(6/12/18) Muhammad Tri Ardi yanto

 

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh, Sahabat As Shidiq Aqiqah

Pernikahan adalah ibadah yang begitu suci dan mulia, di dalam agama islam sendiri pernikahan digambarkan dengan kata mitsaqan ghalizha, yaitu janji yang sangat agung.

Pernikahan tidak hanya mempersatukan dua insan laki-laki dan perempuan saja, akan tetapi juga dengan kedua keluarga. Maka jelaslah, restu dan juga ridho dari kedua orang tua adalah sesuatu yang harus diperhatikan.

Mengapa demikian? Sebab disinilah muqodimah awal untuk membangun keluarga yang penuh berkah. Jika muqodimahnya bermasalah kebelakangnya pun pasti lebih bermasalah. Sebab, ridhonya Allah berawal daru ridhonya orangtua begitu juga dengan murkanya.

Selain restu, ada hal lain yang dapat mempengaruhi keberkahan pernikahan seseorang yakni doa. Ya, doa…. Seorang muslim manakala mendatangi pernikahan saudaranya disunnakan untuk mendoakannya.

Dan Sebaik-baiknya doa, adalah doa yang sesuai tuntunan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Dahulu, di masa kenabian Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ada doa yang baik tetapi tidak dianjurkan. Doa tersebut adalah “Semoga bahagia dan banyak anak.” Ternyata doa tersebut tidak ‘disetujui’ oleh Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Doa untuk pernikahan pengantin baru yang baik itu adalah:

“Barakallahu laka, wa baraka ‘alayka wa jama’a baynakuma fii khayr.”

Artinya: “Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang maupun susah dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.” (HR. Abu Dawud)

Itulah doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada kita umat beliau. Mendoakan untuk keberkahan kepada pengantin. Kenapa berkah? Karena nikah adalah sebuah ibadah maka diharapkan pernikahan itu dapat menghadirkan manfaat dihadapan Allah  bagi si pengantin dan orang yang berada disekelilingnya.

Yuk mari kita amalkan sahabat doa yang Rasulullah ajarkan pada kita. Sebab ada dua keutamaan yang akan kita dapatkan bila mengikuti apa yang Rasulullah perintahkan. Pertama, yakni pahala karena mendoakan keberkahan untuk si pengantin. Kedua, pahala  memelihara ajaran nabi !

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda,

“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun“ (HR Ibnu Majah No 2019)

Demikian tulisan kami pada hari ini semoga bermanfaat !

https://muslim . or . id/22459-bila-di-undang-ke-walimah-nikah.html