saat berbuka puasa, dianjurkan untuk segera berbuka ketika waktunya telah tiba, tidak ditunda-tunda sampai terlihat bintang, seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Dianjurkan pula untuk berbuka puasa dengan kurma yang matang di pohon. Jika tidak ada, maka dengan kurma kering, dan jika tidak ada, maka berbukalah dengan beberapa hisapan air, seperti yang diriwayatkan dari Anas bin Malik.

Hal lain yang perlu diperhatikan juga yaitu tidak berlebih-lebihan saat berbuka puasa karena pada dasarnya segala sesuatu yang berlebih-lebihan itu tidak baik seperti Firman Allah di dalam QS. Al-A’raaf: 31 di bawah ini:

Artinya: “ Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31).

Selain itu, ada pula hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi yang artinya “Tidakkah seseorang memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perut. Cukuplah bagi seseorang anak Adam makan makanan yang dapat menggerakkan tulang pungunggnya. Jika tidak boleh tidak, maka isilah sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk napasnya.” Lebih dari sepertiga perut maka dimakruhkan karena mewariskan malas dan banyak tidur dan hal itu membuat pikiran beku dan kerasnya hati.

Jika memang memiliki rejeki yang lebih untuk berbuka, akan lebih utama untuk disedekahkan kepada orang yang lebih membutuhkan. Orang yang memberi makanan untuk berbuka puasa akan mendapatkan pahala yang besar dan kebaikan yang banyak. Seperti yang diriwayatkan Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah yang artinya “Barang siapa yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.”

Adapun beberapa akibat dan penyakit yang bisa muncul akibat berbuka puasa yang berlebih-lebih antara lain

  1. Gangguan Pencernaan

Saat berpuasa, lambung berada dalam keadaan “tidur”. Jika saat berbuka puasa, Anda langsung melahap makanan berat atau dalam porsi besar, maka lambung akan merasa kaget sehingga tak jarang menimbulkan keluhan kembung, nyeri perut, mual dan muntah.

Untuk menghindarinya, sebaiknya konsumsi makanan ringan terlebih dahulu saat berbuka puasa, seperti kurma dan air putih atau jus buah. Makan berat paling cepat setelah salat Maghrib atau sebaiknya dua jam setelah berbuka. Sebaiknya juga, hindari langsung meminum air dalam jumlah banyak karena dapat menyebabkan perut kembung.

  1. Lemas dan Mengantuk

Mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung karbohidrat dapat membuat tubuh merasa lemas dan cenderung mengantuk sehabis makan. Padahal, sehabis berbuka puasa di bulan Ramadan ada salat tarawih yang sangat sayang jika ditinggalkan.

  1. Tubuh Menjadi Lebih Gemuk

Tak jarang saat bulan puasa, ada orang yang mengalami kenaikan berat badan. Padahal sebenarnya, saat bulan Ramadan kita dapat mengatur pola makan sehat dengan benar, sehingga berat badan dapat turun dengan sendirinya akibat terpakainya cadangan lemak saat puasa. Sayangnya, saat berbuka puasa banyak orang yang memilih berbuka dengan makanan tinggi kalori, sehingga berat badan cenderung meningkat.

Makanan saat bulan Ramadan tak harus berlebih. Jangan jadikan waktu berbuka sebagai ajang balas dendam untuk mengonsumsi “makanan enak”. Berbuka puasalah dengan perlahan, awali dengan tiga buah kurma dan satu gelas air putih atau jus buah, lalu selanjutnya boleh dilanjutkan dengan makan malam yang tentunya dalam porsi yang tidak berlebih.Jangan lupa untuk meminum air setidaknya 8-12 gelas per hari di antara waktu berbuka puasa hingga sahur. Selamat berpuasa!