Setiap orang pasti pernah mengalami banyak pikiran , tidak terkecuali pada ibu yang sedang mengandung pasti akan mengalami banyak pikiran, memikirkan kandungan , ekonomi dan banyak lagi . Pada dasar nya banyak pikiran tidak terlalu bedampak berlebihan selagi ibu hamil dapat mengolah stress tersebut . Namun jika banyak pikiran tersebut tidak dapat di kendalikan atau tidak dapat di atasi hal ini dapat berdampak pada ibu dan janinnya.

Banyak pikiran dapat berdampak pada dirinya sendiri . Banyak pikiran dapat merubah mood sehingga ibu hamil tidak selera makan yang berakibat kesehatan tubuh tidak stabil   Terganggunya kekebalan tubuh secara otomatis tubuh akan mudah terserang penyakit karena nutrisi dan vitamin yang diperlukan ibu hamil kurang.

Berikut ulasan bahaya banyak pikiran untuk ibu hamil bagi bayinya.

  1. Resiko alergi pada bayi meningkat

Saat ibu hamil mengalami stres karena banyak pikiran akan mengeluarkan hormon kortisol, hormon kortisol pada tubuh yang banyak dapat masuk kedalam janin sehingga resiko alergi pada bayi ketika lahir kelak peluang memiliki alergi akan meningkat. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa bayi yang menyerap hormon kortisol lebih banyak resiko alergi pada bayi akan meningkat dibanding bayi yang rendah dalam menyerap hormon kortisol.

  1. Mempengaruhi tumbuh kembang otak bayi

Stres yang berlebihan dapat mengakibatkan mengganggu tumbuh kembang otak janin pada usia kehamilan 17 minggu (setelah terjadi pembuahan). Sesuai penelitian yang dilakukan Journal Endocrinology Clinical bahwa ibu hamil yang mengalami stres berlebihan saat hamil dapat mengganggu perkembangan otak dan perkembangan prilakunya.

  1. Kekebalan tubuh bayi berkurang

Seorang ibu yang mengalami stres saat hamil dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh pada bayi hal itu diperkuat dengan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jurnal Brain mengemukakan bahwa ibu hamil yang sering mengalami panik, cemas dan tegang akan menurunkan sistem kekebalan tubuh bayi pada umur 6 bulan.

  1. Oksigen yang masuk pada bayi berkurang

Pembuluh darah yang terganggu dengan hormon epinephrine dan hormon norepinephrine yang keluar karena ibu hamil yang mengalami stres berlebihan dapat mengganggu oksigen yang masuk pada bayi karena pembuluh darah mengerut akibat hormon tersebut.

  1. Mengalami bayi lahir prematur

Hormon kortisol dalam tubuh yang berfungsi mengatur waktu kelahiran sehingga ketika ibu hamil mengalami stres berlebihan hormon kortisol dalam tubuh akan semakin banyak kondisi ini mengakibatkan mempercepat proses kelahiran pada ibu hamil sebelum waktu yang seharusnya.

  1. Berkurangnya nutrisi yang masuk pada bayi

Ibu hamil yang mengalami stres berlebihan akan mengeluarkan hormon epinephrine dan hormon norepinephrine hormon tersebut dapat menghambat kinerja pembuluh darah. Pembuluh darah yang bertugas mengalirkan darah pada bayi melalui tali pusar akan tertekan akibat hormon tersebut, sehingga nutrisi yang seharusnya dapat dipenuhi akan terkendala akibat gangguan tersebut , nutrisi yang diterima juga akan berkurang. Nutrisi yang rendah pada bayi mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan yang rendah.

  1. Keguguran

Ibu hamil yang banyak pikiran dapat mengakibatkan keguguran karena pada saat ibh hamil stres akan mengeluarkan hormon kortisol apabila hormon tersebut keluar secara berlebihan dapat masuk ke plasenta sehingga menggangu otak janin. Stres juga dapat memicu terjadinya preeklampsia, preeklampsia adalah gangguan kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah tinggi dan kadar protein pada urin meningkat, hal ini dapat mengganggu organ tubuh lainnya seperti ginjal, hati, dan mata.

Semoga bermanfaat!!