Sungsang seringkali menjadi sebuah  alasan utama seorang Ibu harus menjalani persalinan secara caesar. Bagi Ibu yang sangat ingin melakukan persalinan alami, posisi bayi dalam rahim dengan posisi kepala di atas ini sering menjadi ketakutan tersendiri. Apalagi, bagi Ibu yang baru mengandung bayi pertama. Pasti banyak yang ingin sekali melahirkan secara alami ya, Bu?

Menurut teori kedokteran, terdapat beberapa faktor penyebab posisi sungsang:

  • Letak plasenta

Jika menutupi rongga panggul dapat menghalangi kepala bayi masuk ke arah jalan lahir.

  • Terlilit tali pusat

Karena terlilit, menyebabkan bayi sulit untuk berputar di dalam rahim Ibu. Akibatnya, posisi kepala tetap di bawah.

  • Jumlah air ketuban

Jumlah air ketuban yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, sama-sama memperbesar peluang bayi dalam posisi sungsang.

  • Terlalu banyak membuat bayi labil dalam perut, alias terlalu sering berubah posisi.
  • Terlalu sedikit juga menyulitkan bayi untuk berputar
  • Panggul terlalu sempit

Panggul Ibu yang sempit menyulitkan saat kepala bayi hendak masuk ke posisi lahir normal. Akibatnya, saat ia bergerak lagi posisi bisa berputar dengan bokong berada di bawah.

  • Bayi kembar

Coba Ibu bayangkan, rahim yang sempit harus ditempati oleh sepasang mahluk kecil lucu? Wajar saja jika mereka jadi sulit berputar dan mencari jalan lahir.

  • Tumor jinak rahim (mioma)

Letak tumor pada rahim dapat menghambat pergerakan bayi di dalam rahim.

Perlu Ibu ketahui, saat usia kehamilan masih di bawah 28 minggu, bayi Ibu belum dapat dikatakan sungsang lho! Si kecil masih akan terus berganti posisi seiring bertambahnya usia kehamilan. Tetapi, kalau pun hingga usia 37 minggu pemeriksaan USG menunjukkan bayi ibu masih sungsang, ibu tidak perlu keburu pesimis bisa melahirkan alami. Selama tidak ada kontra indikasi, biasanya dokter akan mencoba melakukan pemutaran dari luar untuk mengembalikan posisi si Kecil. Hal ini biasanya dilakukan pada usia kehamilan 37 minggu.

Secara teori, kelahiran secara normal pada bayi sungsang memang masih mungkin dilakukan kok, Bu.

Selama, tidak ada kondisi khusus, seperti:

  • Kehamilan lewat waktu ( > 42 minggu).
  • Ibu sebelumnya pernah operasi sesar, sehingga tidak bisa diinduksi dengan obat-obatan/infus) jika ketuban pecah dini dan tidak disertai kontraksi persalinan, atau persalinan tidak maju.
  • Bayi ibu menjadi sungsang lagi setelah dilakukan berbagai tindakan untuk mengembalikan posisinya.

Di luar hal-hal seperti di atas, normalnya bayi sungsang tetap dapat ditangani proses kelahirannya secara normal. Tetapi, memang ada catatan khusus untuk Ibu yang menjalani kehamilan anak pertama. Jika posisi bayi Ibu tetap sungsang pada usia kehamilan 38-40 Minggu, umumnya dokter memang tidak menyarankan untuk melahirkan normal. Karena bila dipaksakan justru beresiko menyebabkan cedera pada bayi.

Sebenarnya, Ibu juga dapat mencoba beberapa cara alami untuk memperbaiki posisi bayi yang sungsang. Tapi, jangan lupa konsultasikan dulu ke dokter kandungan sebelum melakukannya ya, Bu.

  1. Olahraga dan Senam Hamil Olahraga dan gerakan senam hamil khusus untuk bayi sungsang memiliki peran besar dalam mengatasi bayi yang tak mau berputar menempati posisi normalnya. Jenis olahraga yang dianjurkan dalam hal ini misalnya berenang. Berenang bisa membuat tubuh serta panggul ibu menjadi lebih longgar dan santai sehingga memungkinkan bayi untuk mau bergerak dan menghindari posisi sungsang Senada dengan gerakan renang, beberapa gerakan yoga dalam senam hamil, seperti gerakan headstand, knee chest, dan gerakan merangkak juga terbukti bisa membantu mengatasi bayi sungsang. Untuk mengetahui cara melakukan gerakan tersebut, Anda dapat berkunjung ke artikel ini.
  2. Relaksasi Hypnobrithing Teknik hypnobrithing sudah dikenal luas dalam dunia kedokteran kita sebagai salah satu cara mengatasi bayi sungsang yang cukup efektif. Anda bisa melakukan teknik ini dengan cara mengajak bayi Anda bicara dan memintanya untuk beralih ke posisi normal sembari Anda memvisualisasikan gerakan perputaran tubuh bayi. Jangan pernah menganggap sepele teknik ini sebelum Anda mencobanya. Lakukan minimal 2 kali sehari dan lihat perubahan yang terjadi.
  3. Stimulasi Suara dan Cahaya Lingkungan hidup bayi di dalam rahim sangat gelap dan sunyi. Menyadari bahwa pada usia 32 minggu indra penglihatan dan pendengarannya samar-samar mulai terbentuk, Anda juga bisa menstimulasi pergerakannya ke posisi normal dengan bantuan suara dan cahaya. Stimulasi dengan bantuan suara dapat dilakukan dengan menyetel lagu klasik dan meletakan earphone tepat di bagian bawah perut di dekat tulang kemaluan selama 10 menit sebanyak 6 kali sehari. Sedangkan stimulasi menggunakan bantuan cahaya dapat dilakukan dengan menyinari perut Anda menggunakan cahaya lampu senter. Gerakan senter secara perlahan, turun dari puncak rahim ke arah tulang kemaluan secara berulang-ulang.
  4. Pijatan Ringan Cara mengatasi bayi sungsang agar lahir normal satu ini terbilang sudah cukup terkenal. Ya, melalui pijatan ringan di area sekitar rahim, bayi sungsang memang dapat terstimulasi untuk mau bergerak ke posisi normalnya. Anda bisa melakukan pijatan mulai dengan meletakan tangan kanan di bawah rahim dan tangan kiri di atas rahim. Gerakan keduanya searah jarum jam dan lakukan secara berulang-ulang selama 10 menit setiap harinya. Agar pijatan bisa dilakukan lebih mudah, jangan lupa gunakan minyak zaitun atau lotion yang aman untuk ibu hamil untuk melicinkan perut Anda.
  5. Accupresure Mengatasi bayi sungsang juga dapat dilakukan dengan metode accupresure atau menekan titik tertentu di bagian tubuh ibu. Teknik ini telah dilakukan sejak 3.000 tahun di China dan memiliki tingkat keberhasilan hingga 88% dalam mengembalikan posisi bayi sungsang ke posisi normalnya. Adapun untuk melakukan teknik ini Anda cukup menekan titik akupresur yang terletak di sisi luar kuku kelingking kaki Anda selama 30 menit. Dengan melakukannya rutin setiap hari, kepala bayi secara perlahan akan terstimulasi untuk bergerak turun mendekati jalan lahir.
  6. Stimulasi Jus Jeruk Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Oxford, Inggris menemukan bahwa ketika ibu mengkonsumsi minuman dengan kadar gula tinggi, secara reflek bayi akan terstimulasi untuk bergerak ke posisi tertentu. Hasil penelitian ini juga menjadi dasar teori bahwa mengkonsumsi segelas jus jeruk saat pagi hari dengan posisi berbaring ke sisi kiri dapat membantu mengatasi bayi sungsang. Bayi akan terstimulasi untuk bergerak ke posisi yang seharusnya.
  7. Stimulasi Kantong Es Teknik stimulasi kantong es atau Pelvic Tilt adalah salah satu cara mengatasi bayi sungsang yang cukup dikenal oleh ibu hamil di Eropa dan USA. Teknik ini dilakukan dengan meletakan kantong es selama 10 menit di bagian atas perut ibu hamil yang masih belum terisi makanan apapun. Teknik ini dilakukan sambil berbaring  dan pantat ibu di sangga menggunakan 3 bantal besar.
  8. Homeopathic Mengatasi bayi sungsang juga dapat dilakukan menggunakan bantuan obat khusus dengan merk Homeopathic Pulsatilla. Obat ini masih sangat jarang ditemukan di Indonesia. Salah satu yang menyediakan obat ini misalnya di Klinik Bumi Bali Sehat, Nyuh Kuning, Ubud-Bali. Namun, jika Anda memperolehanya, usahakan untuk berkonsultasi pada dokter dan tenaga medis setempat sebelum mengkonsumsinya.

Nah, demikianlah beberapa cara mengatasi bayi sungsang agar dapat lahir normal. Silakan diterapkan dan semoga bayi Anda bisa segera menempati posisi yang seharusnya sebelum persalinan datang agar Anda tak perlu melakukan operasi caesar.

.