sumber gambar : tribunnews.com

 

(14/05/2016) Muhammad Tri Ardiyanto

Assalammualaikum , Ayah dan Bunda Sahabat As Shidiq Aqiqah. Tepat pada tanggal 13  Mei 2018 Indonesia sedang dirundung duka. Yaitu saudara sebangsa kita di Surabaya dirundung duka akibat ledakan bom bunuh diri yang  terjadi di 3 gereja. Tragedi itu terjadi Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegeoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuno. Diberitakan bahwa  total korban akibat pengeboman ini telah menewaskan 9 orang  dan korban luka sebanyak 40 orang.

Siapa Yang diuntungkan dari Teror Ini?

Melalui unggahannya di Instagram, Ustad Felix Siauw mengutuk keras peristiwa pengeboman yang terjadi kepada saudara  sebangsa dan tanah air kita disurabaya. Bentuk kecaman beliau terhadap aksi keji tersebut beliau tuangkan  dalam sebuah tulisan yang berjudul “Hati Untuk Surabaya”. Berikut adalah tulisan  beliau yang  telah berhasil kami rangkum :

Hati Untuk Surabaya

Kita meyakini, agama apapun tidak pernah membolehkan untuk melakukan tindakan melampaui batas, sebagaimana teror bom di beberapa gereja di Surabaya, apalagi Islam

Karenanya kita sama-sama mengutuk keras aksi teror yang terjadi itu, sekaligus berduka atas korban yang timbul dari hal semisal itu, atas nama apapun itu

Sebab tidak ada satupun manusia yang layak untuk disakiti oleh manusia yang lain, apalagi sesama ummat beragama yang sama-sama ingin mencapai kebaikan di dunia

Dari sudut pandang Islam, perkara semisal ini tidak pernah dibenarkan. Sebab satu nyawa manusia saja Allah larang untuk dihilangkan, apalagi tindakan biadab semisal teror bom

Sedangkan bila kita ingin melihat dari sudut pandang yang lain. Kita juga harus paham, bahwa aksi teror itu senantiasa terkait dengan banyak hal, tidak hanya satu hal

Yang perlu dipertanyakan adalah, “Siapa paling diuntungkan dan dirugikan dengan adanya hal semisal ini?”. Sebab dari situ kita bisa berpikir bijak dan tidak membabi buta dalam satu hal

Kasus 9/11 misalnya, memakan banyak sekali korban, dan langsung diarahkan pada Muslim, seolah hal itu jihad dan dibenarkan dan diajarkan dalam agama Islam

Hasilnya? Kaum Muslim di seluruh dunia merugi, mereka dicitrakan buruk, diperlakukan kasar, dianggap bertanggung jawab atas kekerasan yang tak diajarkan pada mereka

Logikanya, bila kaum Muslim adalah yang paling dirugikan bukan yang diuntungkan dari peristiwa 9/11 itu, mengapa kaum Muslim repot menyengsarakan dirinya sendiri?

Senada dengan itu, yang jelas kejadian yang baru terjadi di Surabaya ini bisa menjadi pemicu ketegangan antarumat beragama, yang tentu tidak kita inginkan

Sebagai Muslim, tentu tanggung jawab kita menjelaskan pada semua pihak, bahwa Islam sebagai agama, tidak pernah membenarkan aksi-aksi biadab semisal ini

Adapun andai aksi semisal ini sengaja dibuat untuk menimpakan fitnah terhadap kaum Muslim atau kaum manapun, maka mudah-mudahan Allah membalikkan pada pelakunya

Bagaimana Menyikapinya?

Ingatlah bahwa Islam tidak mengajarkan tindakan terorisme, Allah memberikan manusia fasilitas yaitu akal untuk memahami wahyu. Sehingga sekiranya ada perilaku-perilaku yang menyimpang  pastilah islam melarangnya dengan tegas. Hal itu dapat dibuktikan dengan  mengkaji nya di Al Qur’an dan hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan sebenarnya terorisme tidak bisa dikatakan dimonopoli oleh Islam. Allah Ta’ala berfirman :

“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” (QS. Al Maidah: 32)

Ayat di atas menunjukkan bahwa meneror atau tindakan terorisme terlarang dalam Islam.

Adapun jika ada orang Islam yang keliru atas dasar kejahilan atau niatan yang jelek, maka perbuatan mereka tak disandarkan pada ajaran Islam karena Islam melarang tindakan tersebut.

“Supaya kita terlepas dari tuduhan jelek tersebut, maka hendaklah dijelaskan bahwa tindakan teror semacam itu bukanlah bagian dari Islam. Itu hanya kelakukan perorangan. Orang muslim bisa jadi juga salah. Yang bisa kita anggap selamat dari kesalahan (alias: ma’shum) adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat Al Muntaqo min Fatawa Al Fauzan 1: 416, soal no. 247).

Ayah dan Bunda, mereka yang tertimpa pengeboman ini mungkin bukanlah saudara kita seakidah tetapi kita harus ingat bahwa mereka tetaplah saudara kita sebangsa dan tanah air. Sehingga kita harus tetaplah memberikan rasa simpati dan empat kepada mereka yang sedang dirundung duka. #prayforsurabaya