anak-mengaqiqah-orang-tua

Ada baiknya untuk melaksanakan aqiqah yang sesuai dengan syariat islam. Mengenai pelaksanaan kapan aqiqah dilaksanakan, waktu utama dalam melakukan aqiqah adalah tujuh hari setelah anak dilahirkan. Hal ini berdasarkan dalam hadist Rasulullah SAW yang artinya, “setiap anak terikat dengan aqiqahnya sampai disembelih pada hari ketujuh kelahirannya dan diberi nama.” (HR. Al Tirmidzi).

Namun apabila saat hari ketujuh kelahiran sang anak tidak dapat melaksanakan aqiqah, maka pada aqiqah bisa dilaksanakan ada hari ke-14. Kemudian pada hari ke-21. Dan jika setelah hari ke-21 masih belum mampu, maka dibebaskan kapan saja ingin melaksanakan aqiqah jika sudah mampu. Meskipun saat anak sudah menginjak usia dewasa (baligh) maka gugurlah kewajiban orang tua mengaqiqahkan anaknya, tapi tidak gugur bagi anak untuk mengaqiqahkan dirinya sendiri. Karena setelah seorang anak mencapai usia baligh, maka seluruh beban ibadah menjadi tanggungannya sendiri, bukan lagi orang tuanya.

Anjuran mengaqiqahkan anaknya ini menjadi kewajiban ayah sebagai kepala keluarga yang menanggung nafkah anak. Namun bagaimana jika yang diaqiqahkan adalah orang tua kita? Apakah sang anak dapat melakukan aqiqah untuk orang tuanya?

Mengaqiqahkan orang tua yang masih hidup hukumnya tidak dilarang, asalkan mendapatkan izin darinya dan dalam proses aqiqah terpenuhi. Sedangkan hukum mengaqiqahkan orang tua yang sudah meninggal dunia juga diperbolehkan apabila ada wasiat seperti melakukan kurban atas nama almarhum. Dan apabila orang tua telah meninggal dan tidak pernah memberikan wasiat untuk diaqiqahkan maka cukup dengan menyembelih hewan kemudian disedekahkan atas nama orang tua yang telah meninggal.

Ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW, “ibuku meninggal dunia secara mendadak, dan menduga seandainya ibuku sempat berbicara dia akan bersedekah. Apakah dia akan memperoleh jika aku bersedekah atas namanya?”. Rasulullah menjawab: “ya benar”. (Shahih Bukhari bab Jana’iz no. 1299). Dalam surat An-najm ayat 39 juga dijelaskan bahwa tidak ada yang dapat membatasi seseorang untuk dapat berpartisipasi dalam kelancaran ibadah orang lain.

 

Pengunjung Juga Mencari:

  • hukum aqiqah untuk orang tua
  • aqiqah untuk orang tua yang masih hidup
  • hukum anak mengaqiqahkan orang tua
  • akekah kepda orang tua yg sdah meninggal menurut MUI
  • hukum meng aqiqah kan orang tua
  • anak aqiqahkan orang tua
  • aqiqah anak atau orang tua ketika sudah tiada di perbolehkan atau tidak oleh agama
  • anak mengakikahkan orang tua
  • akikah untuk orang tua
  • Bolehkah seorang ank mengakekai orang tua yg sdh meninggal yg dlu wkt msh muda blum sempat di aqiqah