(8/11/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan hanya menyukai yang indah-indah. Di antara keindahan itu ialah memberi nama yang baik bagi anak dan tidak memberi nama yang mengandung keburukan. Islam adalah agama kemudahan seperti yang disebutkan dalam firmanNya :

“Allah menghendaki kemudahan bagi kamu” (Al Baqarah ayat 185)

Untuk itu, Islam selalu mengingkan kemudahan, meskipun menyangkut pemberian nama, dan islam tidak menyukai kesulitan dan kekerasan meskipun juga menyangkut pemberian nama. Hal ini dapat dilihat dengan jelas melalui pelarangan memberikan nama buruk seperti memakai nama Harb (Perang). Untuk itu, Rasul mengatakan dalam sabdanya :

“Nama yang paling disukai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdur Rahman, dan nama yang paling baik adalah Harits dan Hammam, sedangkan nama yang paling buruk adalah HARB (perang) dan MURRAH (pahit).” (Riwayat Abu Dawud)

Diriwayatkan dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda, :

“Sesungguhnya nama kalian yang paling disukai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdur Rahman.” (Muslim, Kitabul Adab No. 3975)

Rasulullah memberi nama putra Abu Thalhah dengan Abdullah dan putra Al Abbas beliau beri nama Abdullah pula pada hari kelahirannya. Adapun putra nabi sendiri bernama Ibrahim seperti nama bapak para nabi, yaitu nabi Ibrahim,

Selain itu, adab dalam pemberian nama bagi si anak, selain nama-nama nabi para ulama mengatakan bisa juga dengan mengambil nama dari orang-orang saleh, terutama para sahabat. Dalam sebuah hadits shahih dari al-Mughirah bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Mereka dahulu suka memakai nama para nabi dan orang-orang shalih yang hidup sebelum mereka.” (HR. Muslim no. 2135)

Contoh nama-nama orang saleh yang dapat digunakan seperti Imam Syafi’i, Hasan Al Bashri, Sufyan Ats Tsauri, Uwais Al Qarni dll. Yang saleha seperti Aisyah, Maryam dll.

Mengapa pemberian nama yang baik begitu penting?

Ya, sebab nama itu sendiri merupakan doa. Oleh karena itu adalah doa, maka haruslah berisi kebaikan agar membawa berkah bagi yang bersangkutan dan orang-orang disekelilingnya. Berangkat darisini, sebagai orang tua saat kita memberikan nama yang terbaik bagi si anak maka sebetulnya kita sedang memupuk harapan agar tertanam sifat-sifat mulia pada dirinya. Oleh karena itu, Ayah-Bunda ketika kita memberikan nama kepada si kecil  pahami betul makna yang terkandung dalam nama tersebut.. Jangan sampai kita tidak mengerti maknanya  karena bisa berakibat fatal.

Sebab dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda,

”Sesungguhnya kalian dipanggil di hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka perindahlah nama-nama kalian.” (Riwayat Abu Dawud).

Referensi

Abdur Rahman, Jamaal. 2005. ” Tahapan Mendidik Anak Teladan Rasulullah”. Bandung : Irsyad Baitus Salam.

https://muslimah . or . id/1557-tuntunan-pemberian-nama-nama-nama-yang-disunnahkan.htm