Berbuka dengan yang manis manis adalah kalimat yang sering di dengar , dan mungkin banyak yang menganggap bahwa berbuka dengan maknanan yang asalkan manis sudah merupakan sunnah.

Sehingga banyak yang menyiapkan minuman yang manis seperti  teh manis , es buah, kolak dan yang semisalnya yang manis manis untuk di makan dan di minum pertamakaali untuk berbuka puasa.

Apakah yang demikian benar makan atau  minuman yang manis juga termasuk sunnah .? mari kita lihat bagaimana sunnah Rosulullah sholallahu ‘alaihi wasallam dalam berbuka.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِصلى الله عليه وسلميُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Biasanya Rasulullah shallallahu’alaihi sasallam berbuka puasa dengan ruthab(kurma muda) sebelum shalat (maghrib). Jika tidak ada ruthab maka dengan tamr (kurma matang), jika tidak ada tamr maka beliau meneguk beberapa teguk air.”_ (HR. Abu Daud 2356, hadits ini shahih)

Ibnu Hajar Al Haitami rahimahullah mengatakan,

“فإن عجز” عن الرطب والتمر “فالماء” هو الذي يسن الفطر عليه دون غيره

_”Jika tidak ada ruthab dan tamr maka dengan air. Inilah yang disunnahkan dalam berbuka, bukan yang lainnya.”_ (Al-Minhajul Qawiim, 1/252)

Jadi yang sunnah sebenarnya adalah jika tidak di dapati ruthab atau tamr maka hendaknya berbuka dengan air putih. Bukan makanan atau minuman  yang manis manis selain kurma dan air putih.

Semoga bermanfaat