bayi-telat-bicara

Aqiqah Jakarta – Bila telah menjadi orang tua, tentu perhatian Anda terhadap perkembangan sang buah hati menjadi hal yang utama. namun apa yang terjadi jika perkembangan sang buah hati mengalami keterlambatan bila dibandingkan dengan anak anak seusianya yang lain?

Seperti yang kita ketahui, bahwa perkembangan dan pertumbuhan anak di usia emas seperti balita menjadi kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang tua. Disinilah anak mengalami pertumbuhan yang paling pesat baik secara psikis maupun fisiknya. Karena di masa-masa ini setiap syaraf yang ada pada tubuh anak mulai mengalami perkembangan. Maka tak heran, bila di usia balita ini orang tua mulai mengarahkan anaknya untuk meningkatkan kemampuan baik motoric ataupun sensoriknya, agar menjadi cerdas.

Akan tetapi perkembangan ini akan berbeda-beda pada tiap anak, termasuk kecepatannya dan responnya untuk belajar. Salah satunya yang banyak terjadi adalah keterlambatan anak secara verbal, atau berbicara. Sedikitnya, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi seorang anak terlambat untuk bisa berbicara, yaitu:

Mengalami perkembangan otak serta Otot yang terhambat

Perkembangan otak seorang anak balita sejalan dengan bagian oral-motor yang memberikan pengaturan dan cara kerja verbal dari manusia. Dan jika pada bagian ini mengalami hambatan, maka disinilah yang menjadi awal mula seorang anak mengalami kesulitan untuk bicara dan mengeluarkan suara.

Sementara itu untuk melakukan gerakan mulut, berhubungan dengan otot di daerah mulut serta leher. Dan jika pertumbuhan seorang anak mengalami hambatan, maka ini juga yang membuat otot mulut dan leher dari seorang anak tersebut menjadi lemah dan sulit untuk menggerakkan bibir untuk berbicara.

Kurang mendapatkan interaksi dan komunikasi

Seorang balita harus secara intensif diajak berkomunikasi dengan orangtuanya, meskipun hanya berupa komunikasi non-verbal, dan gerak wajah, namun anak akan belajar menangkap itu sebagai sebuah bentuk interaksi yang akan dipelajarinya dan dipahaminya secara perlahan.

Maka dari itu, orangtua dituntut untuk terus melakukan komunikasi kepada sang anak, sehingga melalui penglihatan dan pendengarannya dia akan menangkap itu sebagai bentuk pembelajaran.

Kurang mendapatkan interaksi sosial dengan cukup

Di usia balita, selain mendapatkan interaksi secara intens dengan orangtua, sang anak juga harus diperkenalkan dengan dunia luar serta bersosialisasi dengan anak-anak yang sebaya. Biarkan anak bermain dengan teman sebayanya guna memberikannya kesempatan untuk semakin mengeksplorasi. Sang anak pun akhirnya bisa mendapatkan pelajaran tambahan dari dunia luar untuk berkomunikasi.

Jadi, bagi Anda para orangtua, jika buah hatinya masih belum bisa berbicara secara lancer di usia balita. Maka, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa hal tersebut harus diurus secara medis. Akan tetapi, sebaiknya orangtua lebih memusatkan lagi perhatiannya kepada sang anak, dan lebih banyak berkomunikasi kepada sang anak.

Selain itu, jangan lupa untuk langsung melaksanakan Aqiqah bagi buah hati Anda. Dapatkan jasa Aqiqah profesional secara modern khusus untuk keluarga Anda hanya di Asshidiq Aqiqah.