(27/9/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Rakha,5 tahun, dikenal sebagai anak yang sulit untuk diam. Kalau diajak ke mall, ia akan berlari kesana kemari. Sampai orangtuanya kewalahan mengejarnya. Dirumah pun begitu, entah loncat-loncatan di sofa dan spring bed, berlarian ke kebun, memanjati kursi dan meja, naik-turun tangga, dan sebagainya. Seakan energinya tidak pernah habis.

“Emang bener deh.. Rakha tuh baru diem kalau tidur doang,” Sahut ibunya.

Sampai sang ibu menjuluki , “habis baterainya”, ketika rakha sedang tidur. Saat itulah suasana rumah bisa menjadi tenang dan orang tuanya baru bisa beristirahat.

Assalammualaikum wr wb, Ayah-Bunda sahabat As Shidiq Aqiqah. Apa Kabar? semoga sehat selalu… Oh ya ayah-bunda memiliki anak yang mirip dengan Rakha kasusnya? Susah diem dan susah diatur?hehehe..

Tenang Ayah-Bunda.. pada artikel kali ini kami akan membahas cara untuk mengatasi anak yang sulit untuk diam.

Ayah-bunda yang bersahaja, pertama-tama ayah-bunda harus bangga karena anak-anak seperti mereka ini mempunyai stamina kuat, termasuk fisik dan kemampuan berpikirnya. Kalau kita atasi, berarti kita telah melumpuhkan kemampuannya yang luar biasa itu. Salah satu pakar parenting Indonesia, Ayah Eddy mengatakan  yang kita lakukan jangan menyuruh mereka diam tetapi kita harus mengarahkannya kepada kegiatan yang lebih positif. Ajaklah ke arena bermain yang memungkinkannya untuk bergerak. Begitu juga saat liburan tiba. Ajaklah ke taman, pantai dan permainan outdoor, pasti ia akan senang sekali. Bisa juga mengajaknya jalan-jalan keliling komplek setiap sore.

Ayah-Bunda juga bisa menyalurkan energi berlebihnya dengan mendaftarkan anak ikut kegiatan ekstrakulikuler yang memiliki banyak kegiatan luar ruang, misalnya bela diri, renang, basket dan sebagainya. Atau belikan mainan yang membuatnya aktif seperti sepeda dan bola. Kalau Ayah-Bunda banyak melarang ketimbang menyalurkannya, dikhawatirkan si anak saat tumbuh dewasa menjadi orang yang pasif.

Kalau sudah begitu siapa yang salah? Oleh karena itu, memang sih lebih baik ayah-bunda lelah letih dari sekarang daripada nantinya sibuk salah menyalahkan bukan?

Demikianlah tulisan kami hari ini… semoga bermanfaat ya Ayah-Bunda. Insya Allah.. Aamiin…

Referensi

Ayah Eddy. 2012. “Ayah Eddy Menjawab”.  Jakarta Selatan : Noura Books.