(26/9/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Assalammualaikum wr wb, ayah-bunda sahabat as shidiq aqiqah.

Bagi orang yang tidak diaqiqahi ketika masih kecil bolehkah mengaqiqahi diri sendiri setelah dewasa? Ada dua pendapat di kalangan para ulama dalam masalah ini.

Pendapat pertama : Disunnahkan bagi orang yang belum diaqiqahi waktu kecil untuk mengaqiqahi dirinya sendiri setelah dewasa. Pendapat ini dikemukakan oleh para alim ulama seperti Atha’, Al Hasan dan Muhammad bin Sirin, Al Hafizh al Iraqi menyebutkan bahwa Imam Asy Syafi’i memandang bahwa dia boleh memilih antara mengaqiqahi dirinya sendiri atau tidak. Yang menjadi dalil dibolehkannya hal tersebut adalah adanya hadits yang berbunyi,

“Bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam mengaqiqahi diri beliau sendiri setelah kenabian.” (Hadits ini diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq dari Abdullah bin Muharrir, dari Qatadah, dari Anas radhiyallahu’anhu , Mushannaf ‘Abdurrazzaq 4/229)

Hadits ini terjadi perselisihan dikalangan para ulama mengenai keabsahannya. Ada yang menganggapnya hadits dhaif tetapi ada juga yang menganggapnya shahih dan dijadikan sebagai dasar hujjah, sehingga bisa menjadi dasar bolehnya seseorang mengaqiqahi diri sendiri setelah dewasa karena belum pernah diaqiqahi semasa kecilnya.

Disamping itu, ada beberapa atsar dari para ulama salaf yang memperbolehkannya antara lain

  • Al Hasan Al Bashri berkata , ” Apabila anda belum diaqiqahi maka aqiqahilah diri Anda sendiri walaupun anda sudah dewasa.” (Al Muhalla 2/240, Syarhus Sunnah 11/264)
  • Muhammad Bin Sirin berkata,”Aku mengaqiqahi diriku sendiri dengan menyembelih seekor unta betina setelah aku dewasa” (Syarhus Sunnah 11/264)

Pendapat Kedua : Tidak perlu mengaqiqahi diri sendiri. Pendapat ini dikemukakan oleh para Ulama penganut mazhab Maliki. Mereka mengatakan bahwa tidak perlu dilaksanakan oleh anak setelah dia mencapai baligh. Karena Aqiqah adalah tanggung jawab sang orang tua terhadap anaknya bukan si anak terhadap dirinya sendiri. Mereka juga menganggap bahwa kalaupun hadits yang menjadi dasar pendapat pertama itu shahih itu merupakan sebuah kekhususan bagi Rasulullah. (Al Mughni 9/461, Fathul Bari 12/13, Tuhfatul Maudud hal 69)

Kesimpulan, ulama berbeda pendapat mengenai mengaqiqahi diri sendiri saat dewasa. Dan kalaupun ayah-bunda ingin mengaqiqahi diri sendiri tidaklah apa-apa. Karena perbuatan tersebut masih dipayungi oleh dalil dan pendapat ulama. Wallahu a’lam

REFERENSI

DR Husamuddin bin Musa Afanah. 2010. “Ensiklopedi Aqiqah“. Yogyakarta : Pro U Media.