Kembali lagi kita membahas parenting Ala Rasulullah saw,, sebelumnya kita membahas Anak sejak dari pembuahan asampai usia 3 tahun dan Anak usia 4 tahun sampai dengan 10 tahun, berikut ini kelanjutannya yang ke 3 ya itu Anak Usia Sepuluh sampai Empat belas Tahun yuk kita simak lagi artikelnya

  1. Nabi saw mengajak anak-anak untuk segera tidur setelah shalat isya, memisahkan tempat tidur anak-anak setelah mereka berusia sepuluh tahun. Nabi bersabda “ Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat pada umur tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka, jika salah satu dari kalian telah menikahkan budaknya atau pelayannya maka janganlah dilihat auratnya. Sesungguhnya anggota bagian bawah dari pusat sampai lutut adalah auratnya,”(HR. Abu Dawud).
  2. Nabi saw membiasakan anak-anak untuk menjaga pandangan dan auratnya
  3. Nabi saw tidak pernah memukul anak-anak selamanya, tetapi beliau menjelaskan prinsip-prinsip dasar dan aturan dalam memukul. Kaidah-kaidanya adalah sebagai berikut:
    a. Pukulan tidak boleh diberikan sebelum usia sepuluh tahun.
  4. Pukulan boleh sedikit diberikan pada anggota tubuh yang memungkinkan, batas maksimal hukuman pukulan hanya sepuluh kali itupun hanya kepada anak yang baligh dan mukallaf. Dan jangan memukul terlalu keras sehingga sampai terangkat ketiak. Dan jangan pada tempat sensitif.seperti wajah atau kepala.
  5. Nabi saw melarang orang tua berlebihan dalam memanjakan anaknya, karena hal itu terdapat bahaya, hendaknya anak dijaga untuk tidak bergaul dengan teman-temannya yang biasa hidup boros, pamer memakai pakaian megah.
  6. Nabi saw dengan bijaksana membenarkan pemahaman dan kesalahan anak-anak, mengajari anak yang masih belum baik dalam pekerjaannya.
  7. Nabi melatih anak dengan pengobatan alami, dalam hadis Umar ra ketika Rasullullah saw terkena tendangan ontanya sehingga tubuh beliau terasa sakit, maka beliau mengajarkan pada anak kecil bagaimana cara menggosok dan memijat ura-uratnya untuk meringankan rasa sakit tersebut.
  8. Nabi menghukum seorang anak dengan cara halus dan lembut, mengajak berdialog dengan mereka, mengajari salam, mengajari etika ketika masuk dan bertemu dengan keluarga mereka. Nabi bersabda,” wahai anakku, jika engkau masuk menemui keluargamu maka ucapkanlah salam, maka berkah itu akan berlimpah padamu dan keluargamu.” (HR. Turmudzi).
  9. Nabi memberikan motivasi kepada anak-anak untuk menghadiri sebuah acara dan mengunjugi kerabat untuk belajar dari pengalaman.
  10. Nabi saw menyuruh anak-anak untuk duduk bersama ulama dan berperilaku sopan terhadap mereka, Rasulullah saw bersabda :”Sesungguhnya Luqman berkata kepada putranya:”Wahai anakku, bergaullah bersama ulama, dengarkanlah ucapan mereka, karena sesunggunya Allah menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Allah menghidupkan bumi yang mati dengan hujan yang lebat.”(HR.Thabrani)
  11. Nabi mengajari anak etika berbicara dan menjelaskan kepada mereka akan kedudukan saudaranya yang lebih besar. Nabi juga mengajari anak-anak untuk berdiri ketika ayah atau orang tua atau guru mereka datang, yaitu untuk menyambutnya. Sebagaimana Nabi saw, jika Fatimah puteri beliau, datang untuk menemui Nabi, maka beliau menyambutkan kemudian Nabi mencium Nabi dan mempersilahkan duduk di Majlisnya.” (HR. Turmudzi)
  12. Nabi saw mengajari anak-anak etika untuk minta izin. Nabi saw bersabda,” Hai orang-orang beriman, hendalah budak-budak (lelaki dan wanta) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baliqh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari)yaitu sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian luarmu ditengah hari dan sesudah sembahyang isya, (itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak pula atas mereka selain dari tiga waktu itu. Mereka melayani kamu sebagaian kamu (ada keperluan) kepada sebagian (yang lain), demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nur, 58-59).
  13. Nabi saw mendidik anak-anak untuk tidak membuat marah orang lain, terutama tetangga. Nabi saw bersabda :” Jika engkau membeli buah-buahan, maka berilah anak tetanggamu, Jika engkau tidak melakukannya, maka masukanlah buah tersebt secara sembunyi, dan anakmu tidak diperbolehkan keluar yang dapat membuat iri pada anak tetangga,” (HR Thabrani)
  14. nabi saw memberikan peringatan kepada anak-anak untuk tidak mengancam orang lain dengan pedangnya, sekalipun dalm bentuk gurauan. DARI Abu Hurairah ra, ia berkata:”Rasulullah saw bersabda:”Barang siapa yang memberikan isyarah terhadap saudaranya dengan besi, maka sesungguhnya malaikat akan melaknatnya sehingga ia meninggalkannya, sekalipun ia adalah saudara dari ayah dan ibunya.” (HR Muslim).
  15. Nabi melarang anak-anak untuk tidak menakut-nakuti orang lain sekalipun itu dalam bentuk gurauan.
  16. Nabi memberikan keringatan kepada anak-anak kerena terbatasna kemampuan akal mereka.
  17. Nabi saw mengajarkan anak laki-laki untuk tidak mnyerupai perempuan. Diharamkan pakaian sutera dan emas atas laki-laki dari umatku, dan dihalakan bagi perempuan-perempuan mereka.” (HR Turmudzi)
  18. Nabi saw membiasakan anak-anak untuk hidup prihatin dan kuat menanggung beban hidupnya. Sayidina Umar ra pernah berkata:”Ajarilah anak-anak kalian berenang, memanah dan menunggang kuda.” Beliau juga berkata:”Menjadi dewasalah kalian, dan biasakanlah hidup prihatin.”(HR. Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Asakir).
  19. Nabi saw berwasiat tentang anak-anak perempuan, Nabi saw bersabda:” Barang siapa yang mempunyai tiga anak perempuan, kemudian ia sabar atas keberadaan mereka, baik sengsara dan bahagia mereka, maka Allah akan memasukkanya kedalam surga dengan mendapat keutamaan rahmat Allah terhadap mereka.”Seorang laki-laki berkata;”Kalau dua anak perempuan wahai Rasulullah?” Nabi menjawab;”Demikian pula dua anak perempuan.” Laki-laki itu berkata:”Kalau seorang anak perempuan wahai Rasulullah?” Nabi menjawab;”Demikian pula seorang anak perempuan.” (HR Ahmad)
  20. Nabi saw menghukum dosa kepada orang yang menyia-nyiakan hak mereka dalam pemberian nafkah dan pendidikan. Nabi saw bersabda; “Cukuplah dosanya bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang yang berhak diberi nafkah darinya.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
  21. Nabi memberikan peringatan kepada ana-anak yang menghina dan mencela manusia. “Janganlah engkau menampakkan celaan kepada saudaramu, karena Allah akan belas kasih kepadanya dan akan mengujimu.” (HR Turmudzi)

Dalam Al-Quran Allah berfirman,”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-ngolok kaum yang lain karena boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-ngolok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-ngolok) wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olok) itu lebih baik dari wanita (yang mengolok-ngolok)(QS. Al-Hujurat:11)

Semoga bermanfaat baca lagi ya kelanjutannya yang ke 4 Anak usia 15 tahun sampai 18 tahun , terimakasih !!!