Kita telah sampai ke tahap yang terakhir dari pembahasan parenting Ala Rasullulah saw ,parenting ini mengenai  Anak Usia Lima Belas sampai Delapan Belas Tahun,, yuk kita simak lagi ulasannya berikut ini

  1. Nabi menganjurkan anak-anak muda untuk memanfaatkan waktu paginya, “Tidur pada waktu shubuh (awal siang) akan mencegah datangnya rizki, “ (HR Ahmad). Ada hadis yang lain,”Rasulullah saw berdoa;”Ya Allah berkahilah untuk umatku pada waktu paginya,”(HR. Thabrani.)
  2. Nabi Saw Mengajak anak muda untuk memanfaatkan waktu kosongnya, dengan aktivitas yang berguna, seperti olah raga, zaman Nabi olah raga yang dianjurkan seperti memanah, berkuda.
  3. Nabi saw mengajari anak-anak muda untuk mencintai Nabi, keluarga dan Sahabatnya serta cinta membaca Al-Qur’an. “Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada anak, ayah, dan seluruh manusia,” (HR. Bukhari, Muslim, an-Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Abu Ya’la).
  4. Nabi saw menjadi teladan bagi anak-anak dalam pergaulannya yang baik.
  5. Nabi saw mengajarkan kepada anak-anak agar percaya diri, makan dari hasil tangannya, menjauhi sifat menunda-nunda dan malas. Nabi saw bersabda,” Sesung
    guhnya Allah mencintai orang mukmin yang bekerja (kreatif),” (HR. Thabrani)
  6. Nabi menetapkan hak anak-anak dalam mencari ilmu dan belajar Al-Qur’an. Nabi bersabda,”mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim, dan orang-orang yang memberikan ilmu kepada selain ahlinya (artinya kepada orang yang belum saatnya menerima ilmu tersebut) itu. Seperti orang yang mengalungkan mutiara, permata dan emas pada babi,” (HR Ibnu Majah).
  7. Nabi saw menyuruh anak-anak untuk memilih guru yang saleh. Nabi bersabda,”Seseorang itu tergantung atas agama temannya, hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa orang yang diajak berteman,” (HR. Turmudzi, Abu Dawud dan Ahmad). Seorang guru harus mengamalkan ilmunya dan ucapannya sesuai dengan perbuatannya, Allah SWT berfirman: “Apakah kalian memerintahkan kepada manusia melakukan kebaikan dan melupakan diri kalian sendiri, dan Firman Allah yang lain “Besar dosanya disisi Allah jika kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian perbuat.”
  8. Nabi saw menyuruh anak-anak perempuan untuk menutup auratnya ketika mereka telah baliqh. Dalam Al-Quran (QS, Al-Ahzab:59) Allah berfirman, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istri orang-orang mukmin: hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” .
  9. Nabi saw menerintahkan anak-anak supaya mereka menikah jika mereka telah baliq dan mampu menanggung beban-beban hidupnya. Nabi bersabda,”Wahai para pemuda, barang siapa diantara kalian telah mampu memberikan nafkah maka nikahlah, karena sesungguhnya nikah itu lebih memejamkan penglihatan dan lebih menjaga farji, Maka barang siapa yang belum mampu maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu menjadi benteng,” (HR. Bukhari, Muslim, Turmudzi, An-Nassai, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan Ad-Darami).
  10. Nabi saw mengajari anak-anak agar dapat menjaga amanat dan bertanggung jawab ketika mereka telah baligh.Nabi bersabda:” Seorang laki-laki dalam harta ayahnya itu menjadi pemimpin dan bertanggung jawab dari apa yang dipimpinnya, maka setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab dari yang dipimpinnya.”(HR. Bukhari dan Ahmad).
  11. Nabi saw menghukum anak yang curang dalam memegang tanggung jawabnya, Nabi juga melihat bagaimana mereka berpikir.
  12. Nabi saw memberikan pujian kepada anak-anak ketika mereka dan memberikan nasihat sehingga menggerakan hati dan jiwa mereka. Abdullah bin Umar ra, berkata: “Pada masa Rasulullah saw, ketika aku masih jejaka, aku tidur di masjid, maka aku bermimpi ada dua malaikat yang menarikku lalu membawaku ke neraka. Neraka itu dilipat seperti bibir sumur, mempunyai dua taring dan ternyata didalamnya terdapat orang-orang yang telah aku kenal, maka aku berkata:” A’uzu billahi minnari (aku mohon perlindungan kepada Allah dari siksa api neraka).”Abdulllah bin Umar melanjutkan ceritanya:”kemudian aku melihat malaikat yang lain, maka dia berkata kepadaku:”Mengapa engkau bingung?” Kemudian aku menceritakannya kepada Hafshah dan Hafshah menceritakannya kepada Rasulullah saw, maka beliau berkata:”Sebaik-baiknya orang laki-laki adalah Abdullah, andaikata dia mau rajin shalat pada malam hari (Tahajud),”Setelah kejadian itu, Abdullah bin Umar tidak pernah tidur pada malam hari kecuali sebentar (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad).

Disini pujian Nabi saw kepada Abdullah bin Umar itu dapat menggerakkannya untuk selalu melaksanakan shalat Malam.

Semoga Bermanfaat !!!