Sumber gambar : al-maghribicendekia.com

Anak Suka Membantah? Arahkan Ia menjadi Calon Pemimpin!

Assalammualaikum Ayah Bunda sahabat As Shidiq Aqiqah. Mungkin Ayah Bunda sering pusing mengatasi anak yang hobinya membantah. Jalan keluar yang kita lakukan hanya sebatas memarahinya. Kita hanya mencari solusi singkat untuk mengatasinya tanpa mencoba berpikir lebih mendalam dampak dan menangkap hikmah dari Tuhan kita yaitu Allah menganugrahi anak dengan sifat seperti itu pada kita.

Nah, Ayah Bunda daripada hanya bisa memarahi lebih baik kita mencoba mengarahkan mereka. Caranya? Pertama kita harus bersyukur pada Allah karena kita dianugerahi seorang calon pemimpin! Dengan lebih sedikit bersabar dan kuat Insya Allah sang anak akan tumbuh sebagai calon pemimpin yang hebat. Dibalik sifatnya yang sulit diatur, percayalah disitulah terlihat jiwa kepemimpinannya yang ingin mengatur.

Kedua, Jika anak suka membantah pada umumnya karena ada perbedaan pendapat dengan orang tua. Anak dengan tipe suka membantah ini tidak mau begitu saja menurut dan menerima pendapat begitu saja. Sehingga orang tua harus mampu mengevaluasi kebijakan dan pola komunikasi yang dibangun dengan anak. Caranya?

Sebagai contoh akan lebih baik jika kita mendidik calon pemimpin kita menjadi seorang yang koperatif dibanding penurut. Mengapa? Coba bayangkan kalau semua kantor diisi oleh orang penurut semua.

“Tolong rapikan ini..”

“Baik pak”

‘’Tolong kerjakan ini”

“Baik Pak”

Lalu dimana letak perbedaannya? Kalau kooperatif seorang anak mau melakukan yang diminta orang tua karena mengetahui alasan logisnya. Sedangkan penurut melakukan sesuatu tanpa tahu alasannya. Ia menurut saja tanpa memakai logikanya.

Ketiga, Sang calon pemimpin Ayah dan Bunda biasanya akan suka reward and consequences. Mereka suka dengan kesepakatan atau perjanjian. Orang tua bisa menerapkan satu kesepakatan dan kalau tidak dijalankan berikan konsekuensinya. Misalnya “ Kamu mau mandi sekarang atau lima menit lagi? Oke kita sepakat ya 15 menit dari sekarang. Jika kamu belum mandi juga, besok kamu mau uang jajan dikurangi atau tidak tidak boleh bermain sepeda di sore hari?”  Pastikan Ayah Bunda melaksanakan kesepakatan dengan tegas tanpa kompromi jika terjadi pelanggaran secara sengaja.

Dengan menerapkan pola yang jelas seperti pola diatas, Insya Allah Ayah dan Bunda tidak lagi kewalahan dalam mendidik calon pemimpin kecil kita ini.

Referensi :

Edy. 2011. Ayah Edy Menjawab. Jakarta Selatan : Noura Books.