Kali ini yang kita bahas adalah tentang perenting rasulullah saw anak sejak dari pembuahan sampai usia 3 tahun yuk kita simak ulasannya

  1. Nabi menganjurkan kepada kaum musimin untuk selalu berdoa sebelum bersetubuh seperti pada hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari: “ Jika kaliam mendatangi istrimu untuk bersetubuh maka berdoalah:” Ya Allah jauhkan kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak-anak yang Engkau berikan kepada kami. “ Maka jika dari hubungan itu lahir seorang anak, setan selamanya tidak berani menggodanya. “ (HR Bukhari)
  2. Nabi saw mendoakan calon bayi yang masih dalam perut. Seorang ibu yang sedang mengandung harus banyak berzikir, membaca Al-Quran, suara yang terdengar pada janin dapat meningkatkan kecerdasan otaknya.
  3. Nabi Membacakan dzikir-dzikir untuk keselamatan bayi, Fatimah ra, putri Nabi saw, ketika hampir melahirkan menyuruh Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsay untuk datang kepadanya dan membacakan ayat Kursi disampingnya dan membaca QS. al-A’raf:54 : Allah berfirman: Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Ia bersemayam di atas Arsy. Dia menutup malam kepada siang dan mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula ) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya, Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”
  4. Nabi menjelaskan tentang kedudukan janin yang mengalami abortus (gugur sebelum sempurna masa lahirnya). Nabi saw bersabda ,”Demi dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya sesungguhnya bayi yang gugur akan menarik ibunya dengan tali pusarnya ke surga jika ibunya sabar atas kematiannya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
  5. Nabi mengazani bayi ketika lahir pada telinga kanannya. Dari Abi Rafi, sesungguhnya ia berkata” Sesungguhnya aku melihat Rasulullah mengumandangkan adzan pada telinga al-Hasan bin Ali ketika Fatimah melahirkannya,” (HR.Abu Dawud dan At-Turmudzi)
  6. Nabi saw mentahmik (mengolesi) anak yang baru lahir dengan kurma, yang telah dikunyah lebih dulu oleh orang tuanya sampai lembuh dan basah, berdoa untuknya dan memohonkan berkah atasnya. Dalam hadis sahir Bukhari Muslim dijelaskan bahwa Anas ra berkata: “Ketika Ummu Sulaim melahirkan seorang putra, ia membawa bayinya bersamaku kepada Nabi saw, dan aku membawa kurma. Maka aku mendatangi Rasulullah saw dengan kurma tersebut dan di atasnya terdapat tutup. Nabi berkata,” Apakah engkau Membawa kurma?” aku menjawab :”Ya,” Maka Nabi mengambil kurma tersebut, lalu mengunyahnya. Kemudian Nabi mengumpulkan ludahnya. Lalu membuka mulut bayi, dan memberikan makanan itu pada ujung lidah bayi sehingga bayi itu merasakannya. Rasulullah saw bersabda: “kesukaan orang Anshar adalah kurma.” Kemudian Nabi mentahniknya dan memberi nama bayi tersebut dengan nama Abdullah. Setelah itu, tidak ada seorang pemuda Anshar yang lebih utama dari dia.”
  7. Nabi memberikan pentunjuk kepada orang tua supaya menjaga anak-anak mereka dari bahaya dengan berzikir dan bersyukur kepada Allah atas pemberian-Nya. Anas ra , Nabi saw bersabda” tidak ada nikmat di berikan Allah kepada hamba-Nya berupa sebuah keluarga atau anak, kemudian ia mengatakan alhamdulillahi rabbil’alamin , kecuali Allah akan memberikan yang lebih baik daripada sesuatu yang telah ia peroleh.”.
  8. Nabi saw membagikan warisan pada bayi yang berhak sebab kelahirannya. Nabi saw bersabda :” Bayi yang baru lahir belum mendapat warisan kecuali setelah menangis dengan menjerit.” Yang dimaksud dengan istihlal disini adalah juka ia menjerit, menangis atau bersin (HR.ath-Thabrani).
  9. Nabi saw belas kasih terhadap anak kecil sekalipun lahir dari hasil zina. Ketika menyikapi seorang wanita yg berzina, Nabi berkata agar wanita itu pulang dan melahirkan anaknya, menyusui sampai masa menyapih, dan kemudian wanita tersebut datang lagi kepada Nabi saw sambil membawa bayinya yang telah menyapih dan telah diberi dapat makan makanan, dan Nabi menyuruh untuk menyerahkan bayi tersebuh kepada seorang laki-laki dari daum muslimin, kemudian Nabi menyuruh wanita itu untuk dipendam sampai dadanya, lalu baru dilakukan hukum rajam. Hadis ini diriwayatkan Muslim.
  10. Nabi mengadakan aqiqah dan berwasiat kepada umatnya untuk aqiqah ketika seorang anak lahir. Bila dia laki-laki aqiqah dengan dua kambing dan bila yang lahir wanita maka aqiqah dengan satu kambing. Nabi bersabda,”Setiap anak itu tergadaikan sebab aqiqahnya. Hewan tersebut disembelih darinya pada hari ketujuh (dari kelahirannya) dan bayi itu dipotong rambutnya dan ia diberi nama.” (HR.an-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Turmudzi).

Dengan aqiqah ini ada makna rasa syukur, sedekah, berbagi kebahagiaan dengan orang lain.

  1. Nabi saw, memberikan nama pada anak-anak dengan nama yang paling baik dan indah, nama yang baik akan menjadi doa kepada anaknya.
  2. Nabi saw menyuruh supaya rambut anak dipotong pada hari ketujuh, membersihkannya dan menghilangkan penyakit darinya
  3. Nabi saw bermain bersama anak kecil dengan penuh kecintaan, bergurau dengan cara halus bersama anak-anak dalam bentuk ucapan maupun perilaku.
  4. Nabi saw memperhatikan khitan dan mengangapnya sebagai sunah fitrah
  5. Nabi saw mengajari anak-anak etika berpakaian.
  6. Nabi saw Memberikan hadiah kepada anak-anak dan beliau mengusap kepala mereka. Menyempatkan diri bermain bersama anak kecil
  7. Nab saw menganjurkan orang tua untuk selalu jujur terhadap anak dan tidak berdusta kepadanya.

semoga bermanfaat baca lagi ya kelanjutannya tentang Anak usia 4 tahun sampai dengan 10 tahun. Termakasihh !!