(29/8/18) Admin

Assalammulaikum, Ayah Bunda Sahabat As Shidiq Aqiqah.

Mungkin sebagian dari kita ada yang sedang atau pernah mengalami peristiwa yang tak mengenakkan terkait perilaku si kecil. Yang  suka mengambil uang ayah atau bundanya secara diam-diam. Adakalanya kita kecewa ataupun marah bukan karena masalah nominal  yang di ambil tetapi lebih kepada takut perilaku si kecil yang akan menjadi kebiasaan.

Kalau  dibiarkan hingga menjadi kebiasaan, dalam ilmu psikologi ini akan menjadi program autopilot  si kecil saat dewasa. Maksudnya apabila telah dewasa si kecil akan menyadarkan mindset, perilaku ,serta menilai sebuah kebenaran dan kesalahan  berdasarkan pada pengalaman ia di masalalu.  Oleh karenanya banyak orang yang setelah dewasa sering merampas apa yang menjadi hak milik orang lain. Dan salah satu penyebanya adalah ketelatan orangtua  dalam melakukan antispasi. Inilah efek fatal bila perilaku yang salah telah terlanjur menjadi program autopilot si kecil..

Nah! Agar perilaku tercela si kecil itu tidak terbawa hingga dewasa, Apa yang dapat kita lakukan?

Ayah Eddy Pakar Parenting Indonesia mengatakan bahwa anak yang mengambil bukan miliknya bisa diasumsikan,ia tidak tahu atau tidak tahu kalau mencuri itu salah atau tidak tahu kalau mencuri itu salah. Anak usia di atas 8 tahun memang seharusnya sudah mengetahui kalau mencuri tidak baik. Kalau di usia ini ia mencuri kemungkinan anak tersebut jarang diceritakan atau didongengkan cerita moral tentang buruknya mencuri.

Kemungkinan kedua, anak tersebut menginginkan suatu benda tetapi tidak pernah diakomodasi oleh orangtuanya. Bisa jadi ia tidak pernah diajari bagaiman caranya menabung untuk membeli sebuah benda,

Kemungkinan ketiga, ia dipengaruhi oleh temannya untuk mencuri. Misalnya, kalau ia tidak berani mencuri, ia dikatai banci sehingga mau tidak mau ia terpaksa melakukannya.

Kalau ayah atau bunda melihat sendiri anak mencuri, pancinglah ia agar mau berbicara sendiri. Kalau ia tidak mengaku, Ayah dan Bunda bisa mengiming-ngimingi akan memberi hadiah kalau mengaku, Kalau sudah mengaku tapi masih melakukan mau tidak mau harus diberikan konsekuensinya.

Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat ya Ayah Bunda.. Insya Allah.. Aamiin..

Referensi

Eddy.2012. ” Ayah Eddy Menjawab “. Jakarta : Noura Books.