(31/7/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Assalammualaikum, Ayah dan Bunda Sahabat As Shidiq Aqiqah

Sebagai seorang orangtua apalagi Ibu, menjadi orangtua bukanlah perkara yang mudah. Kesabaran sebagai orangtua seringkali diuji tatkala anak sudah mulai pandai berjalan. Si kecil berjalan kesana kemari. Apa yang ia lihat selalu ingin disentuh. Misal saat melihat buku kerja ayahnya. Si anak selalu penasaran ingin memegangnya. Tatkala dilarang si anak mengeluarkan jurus andalannya yaitu menangis. Kalau sekali dua sih mungkin maklum ya Ayah Bunda, tetapi kalau sudah berkali-kali cape juga kan . hehehe….

Dalam artikel yang telah berhasil kami dari buku “Ayah Eddy Menjawab” Karangan Ayah Eddy Pakar Parenting Indonesia. Saat Ayah dan Bunda sedang menghadapi permasalahan ini. Dalam bahasa psikologi ini dinamakan egosentris. Apa itu? Sebuah fase yang harus dilalui anak untuk menghindari ketumpulan otak. Jadi itu sudah di desaign Allah. Latar belakangnya adalah program memaksa. Kenapa?

Ketika dilahirkan, otak manusia ada sekitar 200 miliar dengan bentuk seperti ranting- ranting pohon. Seorang anak akan tumbuh cerdas kalau ranting-ranting saraf itu tumbuh lebat. Caranya dengan belajar sesuatu yang baru. Misalnya, mengambil benda, mencoret coret kertas, dan sebagainya. Biasanya itu terjadi pada usia 3 – 5 tahun masa emas pertama.

Masalahnya setiap kali saraf otak anak mau tumbuh, biasanya orang tua melarang anak melakukan sesuatu. Dan Allah tahu itu, Misal ketika anak ingin memegang laptop mamanya, lalau mamanya langsung melarang, “Aduh jangan pegang-pegang laptop ama ya dee… nanti rusakkkk…”

Saat anak dilarang itu sarafnya tidak jadi tumbuh. Akhirnya oleh Allah diberi program egosentris, Program yang memaksa anak untuk melakukan sesuatu. Kalau tidak dipenuhi ia akan menangis. Ini Adalah bahasa Tuhan supaya jangan menganggu pertumbuhan saraf-saraf dasar anak di usia dini.

Dalam wawancaar di BBC, Sakhantala Devi, Seorang Jenius dari India yang mampu berhitung perkalian 13 digit, secara cepat ini mengatakan bahwa sebelum usia 12 tahun, sebaiknya di rumah tidak perlu ada barang-barang berharga dan pecah belah. Isilah rumah dengan benda-benda yang boleh disentuh atau dijadikan objek eksplorasinya. Itulah yang dilakukan orangtuanya dan kakeknya sehingga ia bisa se jenius ini.

Fase egosentris ini biasanya terjadi dari 0 hingga 5 tahun, tergantung di usia berapa mau kita cairkan. Biasanya dicairkan di usia TK. Bagaimana caranya?

Tahap awal, Izinkan ia untuk melakukan proses eksplorasi tanpa segera intervensi. Kecuali benda yang dipegang itu berbahaya ya!!

Tahap kedua, setelah berusia 3 atau 5 tahun kenalkan konsep hak milik orang lain. Misal dengan menjelaskan “Nak ini sendal punya kamu ya… pakai yang hanya menjadi punya kamu saja kalau yang ini.. sendal  milik ayah, sendal ini milik bunda, sendal ini milik kakak”  Tunjukkan mana yang boleh di ambil dan tidak. Karena masih di fase egosentris, biasanya perlakukan ini akan membuatnya menangis .

Ini pentingnya mengajari anak tentang konsep hak milik sejak usia dini. Mengapa? betapa banyak orang berani menyerobot tanah orang lain tanpa rasa bersalah. Padahal ia tahu bahwa itu bukan miliknya.

Nah jadi itu Ayah dan Bunda.. kalau si kecil susah diam solusinya bukan menyuruh dia diam. Tetapi cukup kawal dia dan arahkan, Karena disitulah cara Allah mencerdaskan otak si kecil. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat ya.. Insya Allah..

Referensi : Eddy. 2012.  “Ayah Eddy Menjawab“. Noura Books : Jakarta Selatan.