10

Setiap manusia yang ada di dunia ini pasti dan akan sangat membutukan sosialisasi sesama manusia. Karena manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, seperti yang dituliskan pada Al-Quran Surat Al-Hujurat ayat 13:

Artinya; “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat:13)

Bergaul adalah salah satu cara yang dilakukan manusia untuk bersosialisasi dengan sesama manusia dan bergaul sudah menjadi suatu kebutuhan bagi setiap manusia. Karena pada hakikatnya manusia tidak dapat hidup sendiri, walaupun manusia itu sendiri diciptakan berbeda-beda. Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita. Anggaplah itu merupakan hal yang wajar, sehingga kita dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap yang wajar dan adil. Karena bisa jadi sesuatu yang tadinya kecil, tetapi karena salah menyikapi, akan menjadi hal yang besar. Itulah perbedaan. Tak ada yang dapat membedakan kita dengan orang lain, kecuali karena ketakwaannya kepada Allah.

Berikut ini adalah tuntunan dari firman Allah dalam alQuran dan juga sunnah Nabi dari Hadits-hadits nabi yang menerangkan tentang adab dan tata cara bergaul dengan teman sebaya. Etika yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut :

1.Saling Mencintai dan menyukai teman

Dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muhammad saw. yang berbunyi :

لايؤمن احدكم حتّى يحبّ لأخيه مايحبّ لنفسه

Artinya : tidak sempurna iman seseorang, sehingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari)

Juga diterangkan dan dinyatakan dalam hadits yang lain yang bunyinya :

مثل الاخوين مثل اليدين نغسل احداهما الاخوي

Artinya : perumpamaan dua orang bersaudara adalah seperti kedua belah tangan, yang satu membasuh yang lain. (HR. Abu Naim)

Sabda Rasulullah SAW: “Perumpamaan org2 yg beriman dalm kasih mengasihi, sayang menyayangi dan santun menyantuni bagaikan satu tubuh yg apabila menderita satu anggota dr tubuh itu, ikut menderita pula keseluruhan tubuh.” HR Muslim Dan sabda Rasul lainnya: “Org Mu’min terhadap org mu’min lainnya bagaikan suatu bangunan yg bagian2nya kuat mnguatkn.” ” HR Muslim  Menumbuhkan rasa kasih sayang dlm diri seseorang thdp org lain, di awali dg mcoba mrasakn &mbayangkn apa2 yg dirasakn &diderita org lain dan bagaimana jika hal itu terjadi pula pada diri kita sendiri. Bila kita merasakan senang dan bahagia, maka orang lainpun pasti seperti itu. Dam bila kita merasakan kelaparan karena belum makan, bagaimana pula dengan orang lain yang belum makan atau tidak ada yang di makan sama sekali? Dan bila kita merasa sakit di perlakukan orang lain dengan kasar, maka mestinya kita mengerti pula bahwa orang lain merasa sakit bila kita sakiti. Bagaimana pilunya dan sedihnya seseorang tidak menapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua (yatim piatu) dan bayangkan atau rasakan pula bagaimana kalau diri kita pada satu saat tidak mendapatkan kasih sayamg karena orang tua kita sudah tiada. Demikian seterusnya. Rasulullah SAW sangat penyayang pada anak yatim dan orang miskin, karena beliau pernah merasakan kepiluan yatim dan miskin dalam dirinya. Beliau tak tega melihat orang menderita dan kelaparan, dari itu beliau rela memberikan apa yang ada pada dirinya untuk menyenangkan orang lain. Pendidikan kasih sayang dan santun menyantuni diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya kaum Muhajirin dan Anshar, sehingga Allah SWT dalam satu ayatnya dalam surah Al Hasyr ayat 9, menggambarkan hal demikian

2.Dilarang atau jangan mencari-cari kesalahan, keburukan atau aib orang lain 

Dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad saw. yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman dengan lidahnya, dan belum masuk iman itu dalam hatinya, jangan kamu mengumpat orang lain, dan jangan kamu mencari-cari aib orang lain, karena orang suka mencari-cari aib saudaranya sesama muslim itu, maka Allah akan mencari-cari aibnya. Dan orang yang aibnya ditampakkan oleh Allah, maka akan diketahui oleh umum, sekalipun ia bersembunyi di dalam rumah.” (HR. Ahmad, Bukhari-Muslim).

Pemaaf adalah sikap yang mulia, sedangkan pendendam adalah sikap buruk dan tercela. Orang pemaaf hatinya menjadi lapang dan otaknya jadi bersih. … …Sedangkan orang pendendam hatinya menjadi sempit, dadanya menjadi sesak, otaknya sering menjadi kotor. Sikap pendendam itu disenangi syaithan, karena seluruh rencana buruknya akan mendapat peluang untuk dipenuhi. Dan jangan suka membesar-besarkan permasalahan dan kesalahan orang lain yang sebenarnyaa kecil. Karena bara api yang kecil bila ditiup angin akan menjadi kobaran api yang bisa melalap apa saja. Lihatlah orang lain apalagi saudara sendiri dengan cinta dan kasih sayang. Dengan kasih sayang dunia menjadi lapang, kehidupan menjadi bahagia. Terapkan dalam kehidupan cara berpikir positif dan melihat seseorang dengan khusnudzon (berbaik sangka). Melihat dan menilai seseorang hendaknya seperti melihat satu gelas yang berisiair. Lihatlah isinya dan jangan lihat yang kosongnya. Bila kita melihat yang kosonya sekalipun yang kosong hanyalah sebahagian kecil dari gelas itu, maka isi yang banyakpun menjadi tidak berarti. Tapi bila yang dilihat isinya, sekalipun isinya sedikit, pasti ada manfaatnya. (HR Muslim)


3.Saling tolong menolong  dalam kebaikan  dan taqwa

Adab dan cara bergaul dengan teman sebaya adalah saling tolong menolong antara teman dalam hal kebaikan dan taqwa. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam firmannya pada Al-Quran :

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.

Ayat di atas juga mengandung makna anjuran dan larangan untuk tidak memberikan bantuan dan tolong menolong dalam hal keburukan, berbuat dosa, kejelekan, maksiat dan pelanggaran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Juga diterangkan dalam dalil hadits Nabi tentang perintah tolong menolong yang artinya :

“Jadilah kamu orang-orang yang mensyafaati orang lain terhadap dirimu, agar kamu mendapat pahala. (HR. Abu Dawud)

3.Adab Berbicara

Hendaknya berbicara dengan teman sebaya dengan lemah lembut, dengan muka yang manis, ramah dan suka memberikan kemudahan kepada orang lainSebagaimana sabda Nabi Muhammad saw :

انّ الله يحبّ السّهل الطليق

Artinya : “Sesungguhnya Allah menyukai kepada orang yang suka memberi kemudahan (kepada orang lain) dan selalu jernih mukanya”. (HR. Baihaqi).

Bertutur kata dengan penuh arti dan bijaksana (QS An Nahl 125) 

Bertutur dengan penuh kebijakan adalah suatu kemampuan untuk memilih kata2 yg tepat dan bermakna, tidak menyinggung perasaan, mempertimbangkan situasi dan kondisi yg tepat. Firman Allah: “Hendaklah kamu saling memberi nasihat dg baik dan kesabaran” (QS Al Ashr 3). Biasakan mengisi obrolan dg kata yg berguna dan bermanfaat, terutama untuk membangun wawasan ilmu agama. Hindari berbicara yg tdk baik, membicarakan aib orang lain dan hindarkan juga pembicaraan yg bersifat porno karena hal itu akan mengundang ikut campurnya syaithan dlm pergaulan. Dan kurangi tertawa terbahak2, sehingga membuat lupa diri dan melupakan yg prinsip, yaitu ingat kepada Allah. Dan jika pada suatu waktu kita tidak menyenangi org lain, jangan ungkapkan perasaan itu dg bahasa lidah maupun tubuh. Mengemas ucapan dan sikap yg baik, berarti kita sedang membuat satu suasana yg indah dlm pergaulan.

4.Suka mengucapkan salam kepada teman

Dalam Islam memberi dan mengucapkan salam adalah salah satu kewajiban manusia di antara sesama muslim. Memberi salam kepada orang lain, merupakan adab pergaulan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Rasulullah saw. : Sebagaimana sabda Nabi yang artinya :
“Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, kamu tidak akan masuk surga sehingga kamu beriman, dan kamu tidak (dianggap) beriman sehingga kamu saling cinta-mencintai. Maukah kamu kutunjukkan sesuatu yang apabila kamu mengerjakan dengan sungguh-sungguh, maka kamu akan berkasih-kasihan? Maka mereka menjawab: mau, ya Rasulullah. Sabda beliau : ucapkan salam di antara sesama kamu”. (HR. Muslim).
Setia kawan dan berbuat dengan segala keikhlasan, termasuk di dalamnya memelihara kehormatan saudara, menyelamatkan jiwanya, dan juga melindungi harta miliknya dari kejahatan orang lain.

 

Dalil sabda Nabi Muhammad saw. yang artinya :
“Barangsiapa yang menolak untuk mengaibkan kehormatan saudaranya, maka penolakannya itu menjadi pelindung dari api neraka. (HR. Turmidi).

Hal-hal yang sebagaimana tersebut di atas adalah merupakan tata cara atau adab dalam pergaulan dengan teman sebaya. Untuk memelihara, menjaga dan mempererat dengan sesama teman sebaya, maka hendaknya kita perlu berpegang pada petunjuk-petunjuk Allah yang tersirat dalam firmannya dan juga petunjuk dari Rasul Allah dalam hadits-hadits di atas tentang adab dan tata cara pergaulan. Dengan demikian dapat tercipta pergaulan hidup sesama teman yang serasi dan penuh kasih sayang sesuai dengan ajaran Islam.

5.Utamakan memberi dan menyenangkan orang lain 

Rasulullah bersabda: “Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah”. Artinya orang yang memberi lebih mulia dari orang yang menerima pemberian. Hadits ini sebagai pendorong bagi orang yang beriman agar suka memberi. Pemberian dalam bentuk apapun yang baik, adalah satu cara untuk menyenangkan dan menggembirakan orang lain. Etika Islam ini sekaligus untuk mendidik umatnya untuk mandiri dan tidak punya karakter memelas dan selalu mengharapkan belas kasihan orang lain. Sabda Rasulullah: “Sebaik-baik kamu adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain”. Perhatikan sifat lebah madu yang diceritakan Hadits Rasulullah: “Orang beriman itu seperti lebah madu, apabila dia memakan sesuatu dia memakan yang baik, dan apabila mengeluarkan sesuatu dia mengeluarkan yang baik, dan apabila dia hinggap diranting dia tidak mematahkannya”. Berbeda dengan seekor ulat, dimanapun dia menjalar, bekas kakinya membuat busuk daun-daun yang dilaluinya. Ciri-ciri orang baik adalah; apabila berada ditengah-tengah orang banyak dia disayangi dan dapat menggembirakan dan menyenangkan orang lain dan pada suatu kali dia tidak hadir, dia dirindukan orang banyak. Dan ciri-ciri orang yang tidak baik adalah bila dia hadir dalam satu majelis, orang merasa risau dan terganggu, dan bila dia tidak datang, orang merasa senang dan gembira.

6.Bersikap ramah, sopan dan bermanis muka

Rasulullah SAW bersaada: “Senyum yg kamu ungkapkan menyambut saudaramu, adalah merupakan shadaqah baginya.” Senyum adalah rona wajah yg menarik dan simpatik, disukai siapa saja yg melihatnya. Sambutlah saudara atau teman dg sikap ramah, tersenyum dan hangat. Sikap ramah adalah keluarnya kalimat2 yg baik dan menyenangkan. Sedangkan sopan adalah menunjukkan bahasa fisik yg baik atau sikap tampilan yg menarik. Berbicaralah dg suara yg penuh kelembutan dan indah didengar, karena suara yg paling disukai itu adalah suara buruk, parau tak berirama seperti suara himar (keledai) sebagaimana firman Allah SWT “Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara himar (keledai).” Allah SWT juga berfirman: “Dan jika kamu bersikap kasar niscaya orang2 akan menghindar dari sekitarmu.” Hindarkan sama sekali pertengkaran yg menyulut emosi dan kemarahan, karena pertengkaran akan membawa kegagalandan menghilangkan kekuatan (QS Al Anfal 46). Bertengkar dan berbantah2an itu tidak akan pernah mendekatkan seorang dengan orang lain. Dan jangan lupa bahwa etika bertegur sapa dlm adat ketimuran adalah yg muda menegur yg lebih tua, sekalipun tdk terlarang bila yg lebih tua menegur terlebih dahulu. Kebesaran jiwa seseorang dg menegur terlebih dahulu biasnya akan melunturkan kesombongan dan keangkuhan seseorang.