4/07/18 (Muhammad Tri Ardiyanto)

Assalammualaikum sahabat as shidiq aqiqah.  Seorang ahli ruhani terkenal  mengatakan bahwa ada tiga jenis manusia dalam menghadapi Ujian.

Ada yang seperti telur, ketika ia direbus dengan panasnya air yang merupakan ujian. Maka mengeraslah hatinya.

Ada yang seperti sayur, layu keimanannya ketika direbus oleh air yang merupakan ujian.

Ada yang seperti kopi, ia mampu mewarnai air yang merupakan ujian.

Pahit memang terasa. Tetapi disitulah letak nikmatnya. Seorang hamba yang memiliki keimanan  akan tahu bahwa maksud dari ujian itu untuk mengangkat derajat dirinya sebagai seorang hamba. Karena seorang muslim adalah cermin bagi muslim lainnya. Jika ia mampu melewati ujian itu ia akan memiliki jiwa spiritual yang kuat sehingga mampu untuk memotivasi kawannya, kerabatnya dsb, yang juga mungkin sedang menghadapi level ujian yang semisal.

Seorang hamba yang berilmu tahu bahwa ujian bak badai, Badai pasti akan berlalu. Semua hanyalah masalah waktu. Dan seorang hamba yang berilmu dan beriman akan tahu bahwa makna dari ujian itu sendiri untuk mempertontonkan mana yang jujur keimanannya kepada Allah dan mana yang palsu. Berangkat darisini, maka akan tampaklah mana yang beras dan mana yang ampas.

Allah Ta’ala berfirman :

“Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi; maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.” (QS.Al-Hajj 11)

Diantara ketiga jenis tersebut kita tinggal memilih. Ingin menjadi telur yang keras, sayur yang layu, atau kopi yang mampu mewarnai? Semua tergantung pada usaha kita dalam menjaga kedekatan dengan Allah Ta’ala. Pertebalah ilmu, maka iman kita juga akan ikut tebal.

Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Insya Allah.. aamiin…