(9/8/18) Muhammad Tri Ardiyanto

Assalammualaikum sahabat As Shidiq Aqiqah..

Tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah. Didalam sebuah hadits, Rasulullah mengatakan bahwa bulan ini bukanlah bulan yang biasa. Bulan ini penuh dengan keberkahan. Apa yang membuat bulan ini penuh dengan keberkahan? Ya, karena di 10 hari pertama bulan dzulhijjah ini ada banyak investasi pahala yang Allah akan berikan kepada kita.

Dalilnya adalah sebagai berikut :

Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.“ (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

Ustad Khalid Basalamah dalam sebuah ceramahnya mengatakan

“Amalan soleh di sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah mengalahkan amalan orang yang berjihad. Kecuali, orang yang berjihad itu menggelontorkan dana dan mengorbankan jiwanya untuk berjihad lalu hartanya habis dan ia wafat. Barulah bisa menyaingi pahala amalan saleh di 10 hari pertama bulan dzulhijjah.

Dalil lain yang menunjukkan keutamaan 10 hari pertama Dzulhijah adalah firman Allah Ta’ala, dalam surat Al Fajr ayat 2-3 :

Dan demi malam yang sepuluh (2) Dan yang genap dan ganjil  (3)” (QS. Al Fajr: 2-3).

Ustad Khalid Basalamah dalam ceramahnya juga mengatakan  sebagian para ulama menafsirkan maksud malam yang ganjil dan genap ini adalah malam 10 hari pertama di bulan dzulhijjah. Kalau di malam laitul Qadr kita ditekankan untuk mengejar malam-malam ganjil. Maka pada bulan dzulhijjah ini Allah menyuruh kita untuk mengejar malam ganjil dan genap.

AMALAN – AMALAN YANG DISUNNAHKAN PADA BULAN DZULHIJJAH

Berikut adalah amalan-amalan soleh yang dapat kita lakukan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah :

  1. Puasa

Disunnahkan untuk memperbanyak puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita untuk beramal sholeh ketika itu dan puasa adalah sebaik-baiknya amalan sholeh.

Dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah..” (HR. Abu Daud no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

Puasa apa yang dapat dilakukan ? boleh berpuasa penuh selama sembilan hari bulan Dzulhijah (dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijah) atau berpuasa pada sebagian harinya saja. Bisa diniatkan dengan puasa Daud atau bebas pada hari yang mana saja, namun jangan sampai ditinggalkan puasa Arafah (tanggal 9 dzulhijjah). Jangan berpuasa pada tanggal 10 Dzulhijjah karena haram hukumnya berpuasa di hari Idul Adha (Lihat HR. Muslim no. 1138.) Karena puasa Arafah akan menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang (Lihat Muslim bin Al Hajjaj an Naisaburi, Shahih Muslim, no 1162)

2.Takbir dan Dzikir

 

Yang termasuk amalan sholeh juga adalah bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristighfar, dan memperbanyak do’a.  Imam Bukhari rahimahullah menyebutkan,

Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10  hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.” (Dikeluarkan oleh Bukhari tanpa sanad (mu’allaq), pada Bab “Keutamaan beramal di hari tasyriq)

 3. Memperbanyak amal-amal saleh

Sebagaimana keutamaan hadits Ibnu ‘Abbas yang kami sebutkan di awal tulisan, dari situ menunjukkan dianjurkannya memperbanyak amalan sunnah seperti shalat rawati,duha, tahajud, witir, sedekah, kajian, membaca Al Qur’an, dan beramar ma’ruf nahi mungkar.

4.  Berkurban 

Di hari Nahr (10 Dzulhijah) dan hari tasyriq disunnahkan untuk berqurban sebagaimana ini adalah ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

5. Haji dan Umroh

Yang paling afdhol ditunaikan di sepuluh hari pertama Dzulhijah adalah menunaikan haji ke Baitullah.

    Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR al-Bukhari dan Muslim).

6. Tidak Memotong Kuku Dan Rambut

Disunnahkan bagi seorang yang hendak berqurban untuk tidak memotong kuku dan rambut yang melekat ditubuhnya hingga hari penyembelihan tiba.

   Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban.” (HR. Muslim No 1977).

Jadi bagaimana sahabat? Are you ready for Dzulhijjah challenge?

Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat.. Insya Allah…

Referensi

Hidayat, Adi. 2014. “Tuntunan Praktis Idul Adha Dari Uraian Sunnah Hingga Uraian Hikmah“. Quantum Akhyar Institute : Bekasi.

Tim Ulama Fiqih Shalat al Mu’min, Dr Said Al Qahthani. “Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah” Darul Haq : Jakarta.