sumber : google

 

23/04/2018 (Muhammad Tri Ardiyanto)

Assalammualaikum, Ayah Bunda Sahabt As Shidiq Aqiqah. Tahukah Ayah dan Bunda mengapa para nabi kita memiliki kapasitas Kepemimpinan dan kesabaran yang luar biasa? Ada Nabi Musa, Isa, Ibrahim, Luth, Ayyub, dan Rasulullah Saw yang jika menyimak betul-betul kisahnya sungguh amat luar biasa nilai moral dan kisah perjuangan hidup kesemuanya. Ada yang diuji dengan penyakit, pasangan, anak, dan umat. Namun, kesemuanya tidaklah berputus asa untuk menegakkan ajaran yang diperintah oleh Allah swt. Tapi tahukah Ayah dan Bunda bahwa kepemimpinan dan tingkat kesabaran yang dimiliki oleh para nabi ini tidak begitu saja Allah turunkan dari langit? Bahwa dalam memperoleh kesabaran tersebut Allah telah melatih para nabi kita jauh-jauh hari agar dapat menjadi  pemimpin, problem solver sekaligus role model bagi umat?

Bagaimana caranya? Ya, caranya adalah dengan menggembala kambing!

Dalam sebuah hadits dijelaskan

“Tidak ada Nabi kecuali pernah menjadi penggembala kambing.” Mereka para sahabat bertanya, “Apakah engkau juga wahai Rasulullah?” Beliau berkata, “Iya, saya telah menggembala dengan imbalan beberapa qirath (mata uang dinar, pen.) dari penduduk Mekah.” (HR. Bukhari, no. 2262)

Kenapa para nabi sampai menjadi penggembala kambing? Dalam Kitab Fath Bari, 4:441, Ibnu Hajar menyebutkan bahwa hikmah di balik penggembalaan kambing sebelum masa kenabian adalah agar para nabi terbiasa mengatur kambing yang nanti dengan sendirinya mereka akan terbiasa menangani problematika umat manusia. Jika mampu menggembala kambing, mereka akan memiliki bekal  dalam menggembala manusia saat diangkat menjadi nabi. Sehingga mampu untuk mengajak, menyeru, memperbaiki, dan mendakwahi mereka.  Layaknya manusia, Kambing memiliki sifat dan watak yang beraneka ragam. Ada yang mudah diatur, sulit diatur, pendiam, susah diam, tenang, dan pemarah. Sehingga diperlukan tingkat kesabaran yang tinggi.

Rasulullah pernah bersabda,

‘’Kebanggaan & kesombongan ada pada penggembala unta, sedangkan ketenangan ada pada penggembala kambing’’ (HR. Muslim No.79)

Selain itu, Dalam pekerjaan mengembala kambing terdapat pelajaran membiasakan diri untuk sifat menyantuni dan mengayomi. Tatkala mereka bersabar dalam mengembala dan mengumpulkannya setelah terpencar di padang gembalaan, mereka akan mendapat pelajaran bagaimana memahami perbedaan tabiat umat dan perbedaan kemampuan akal. Dengan perbedaan tersebut maka diharapakan mereka akan bijak dalam mengambil sebuah keputusan.

Nah, Ayah dan Bunda itulah hikmah dari mengapa Allah menjadikan para nabinya sebagai penggembala kambing sebelum diangkat menjadi nabi. Ternyata kesabaran yang dimiliki oleh para nabi kita saat berdakwah tidaklah turun dari langit begitu saja. Tetapi ada sebuah tahapan dan proses yang harus dilalui untuk mencapai derajat sabar tersebut. Semoga bermanfaat. Insya Allah…