Tidur memiliki peran penting bagi tubuh karena pada saat tidur tubuh akan merawat kesehatan fisik dan mental kita. Fungsi ini penting agar kita mendapat kesegaran saat bangun sehingga selanjutnya siap menjalani aktivitas sehari-hari. Selain itu, tidur juga ikut menunjang pertumbuhan, terutama  pada anak dan remaja, karena pada saat tidurlah hormon pertumbuhan dikeluarkan.

Yang Bisa Terjadi Jika Anda Kurang Tidur

Kebutuhan tidur tiap orang tidak sama, namun bagi kebanyakan orang, delapan jam waktu tidur berkualitas adalah kisaran yang dibutuhkan agar fungsi penting di atas dapat berjalan optimal. Yang terbaik adalah mengetahui seberapa banyak tubuh membutuhkan tidur dan sebisa mungkin mencukupinya. Bagi anak-anak dan remaja, kebutuhan tidur mereka setengah jam hingga satu jam di atas kisaran normal.

Kebutuhan tidur yang tidak tercukupi bisa menyebabkan Anda terlihat lelah saat bangun tidur atau menguap sepanjang hari. Beberapa hal berikut juga dapat terjadi jika Anda mengalami kurang tidur.

1.MELEMAHKAN SISTEM KEKEBALAN TUBUH

Kurang tidur juga berakibat buruk bagi sistem kekebalan tubuh. Saat tidur, tubuh melepaskan suatu hormon yang disebut sitokin dan zat antibodi yang berperan dalam menangkal infeksi virus dan bakteri. Kurang tidur akan menyebabkan menurunnya produksi sitokin dan antibodi sehingga seseorang akan lebih mudah terserang flu, demam dan penyakit lainnya.

Hal ini telah dibuktikan oleh riset yang dipublikasikan dalam Sleep Journal pada tahun 2012. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa kurangnya waktu tidur dapat mempengarungi kadar granulosit dan ritme diurnal seseorang.

 2.MENINGKATKAN RESIKO PENYAKIT JANTUNG

Kurang tidur dapat membahayakan jantung dan menyebabkan penyakit pada sistem peredaran darah. Pada saat tidur jantung berdetak lebih lambat dan tubuh beristirahat, dan kurang tidur akan memicu jantung untuk tetap bekerja. Tidur juga penting bagi kesehatan organ sirkulasi seperti jantung dan pembuluh darah karena saat tidur, tubuh akan memperbaiki sel-sel pada organ sirkulasi darah tersebut.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Progressive Cardiovascular Disease pada tahun 2009 menyebutkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan naiknya tekanan darah dan peradangan pada sistem sirkulasi dan gangguan hormon yang meningkatkan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Studi lainnya pada tahun 2011 yang dipublikasikan oleh European Heart Journal melaporkan bahwa mereka yang waktu tidurnya kurang dari 6 jam memiliki resiko yang lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dan struk dibandingakan mereka yang tidur 7 hingga 8 jam setiap malam.

3.MENURUNKAN DAYA INGAT DAN FUNGSI OTAK

Jika seseorang tidak dapat tidur di malam hari atau bergadang maka dipastikan keesokan harinya ia tidak akan dapat berkonsentrasi dan melakukan aktifitasnya dengan baik. Kurangnya waktu tidur dapat membuat seseorang menjadi tidak bersemangat dan lambat dalam merespon. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Neuropsychiatric Disease and Treatment pada tahun 2007 menyebutkan bahwa kurang tidur dapat mempengaruhi fungsi otak seseorang dan melemahkan daya ingat. Tidurlah lebih awal dan hindari berrgadang jika anda ingin fungsi koqnitif anda berfungsi dengan baik.

4.MENINGKATKAN RESIKO DIABETES

Terus menerus kekurangan waktu tidur atau terlalu banyak tidur dapat meningkatkan resiko penyakit kronis seperti diabetes. Waktu tidur yang kurang dari 6 jam atau lebih dari 9 jam dapat meningkatkan resiko penyakit diabetes dan menyebabkan glucose intoleranse atau menurunnya sensitivitas insulin dalam merespon kadar gula dalam darah, berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine pada tahun 2005.

Studi lainnya yang dimuat dalam jurnal Lancet pada tahun 1999 melaporkan bahwa kurang tidur dapat memberi pengaruh negatif pada sistem metabolisme dan hormonal. Sebagaimana kita ketahui bahwa diabetes adalah salah satu gangguan metabolisme dan hormonal dalam tubuh.

5.MENYEBABKAN DEPRESI

Kurang tidur dapat mempengaruhi fungsi neurotransmitter, senyawa kimia penghantar rangsang pada otak sehingga seseorang lebih mudah menjadi depresi. Sebaliknya depresi atau stress berat dapat menyebabkan seseorang kesulitan untuk tertidur. Seseorang yang menderita depresi biasanya tidak dapat tidur lebih dari 6 jam setiap malam dan rentan mengalami insomnia.

Studi yang dipublikasikan oleh International Journal of Psychiatry in Clinical Practice pada tahun 2009 melaporkan bahwa 97% dari 531 pasien yang menderita depresi mengalami insomnia atau kesulitan tidur. Jika anda mengalami masalah depresi yang menyebabkan insomnia sebaiknya konsultasikan hal tersebut pada dokter

6.MENINGKATKAN BERAT BADAN

Tidur tidak hanya penting dalam mengatur kerja organ seperti otak dan jantung, melainkan juga berpengaruh dalam mengontrol nafsu makan dan berat badan seseorang. Saat seseorang memiliki masalah dengan waktu tidurnya, tubuh akan meningkatkan produksi ghrelin, hormon yang memicu rasa lapar dan menurunkan produksi leptin atau hormon yang menekan nafsu makan.

Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian di tahun 2004 yang dipublikasikan dalam PLoS Medicine. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa durasi waktu tidur yang pendek dapat menghambat produksi leptin, meningkatkan kadar ghrelin dan meningkatkan indeks massa tubuh seseorang. Jika anda memiliki masalah dalam mengontrol rasa lapar maka perbaiki siklus tidur anda di malam hari.

7.MENGAKIBATKAN KERUSAKAN KULIT

Melewatkan waktu tidur atau kurang tidur meski hanya semalam dapat menyebabkan munculnya garis hitam di area kulit wajah sekitar mata yang kita kenal dengan istilah mata panda. Bayangkan apa yang akan terjadi pada kulit jika anda terus menerus kekurangan waktu tidur.

Akibat kurang tidur dapat berpengaruh buruk pada elastisitas kulit. Kurangnya waktu tidur dapat memicu produksi hormon stress atau kortisol dalam tubuh. Hormon ini dapat memecah protein dalam kulit yang berfungsi dalam menjaga kekencangan dan kelembutan kulit. Jadi tidak heran jika seseorang yang tidak mendapatkan tidur yang cukup kulitnya akan terlihat lebih tua dan kusam. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical and Experimental Dermatology pada tahun 2015 yang melaporkan bahwa kurang tidur dapat memicu penuaan pada tubuh terutama kulit.

8.MENINGKATKAN ANGKA KEMATIAN

Seperti bernafas, tubuh membutuhkan waktu tidur yang cukup dan kurangnya waktu tidur dapat menyebabkan lebih dari 700 perubahan gen dalam tubuh yang berpengaruh buruk terhadap kesehatan. Faktanya, seseorang yang kurang tidur memiliki resiko kematian yang lebih tinggi dibanding mereka yang cukup tidur.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal “Sleep” pada tahun 2007 melaporkan bahwa kurang tidur atau terlalu banyak tidur dapat meningkatkan resiko kematian yang disebabkan oleh gangguan kardiovaskuler maupun gangguan kesehatan lainnya. Jika anda ingin berumur panjang sebaiknya jangan bermain-main dengan waktu tidur anda.

 9.MENYEBABKAN HILANGNYA HASRAT S3KSU4L

Seseorang yang kekurangan waktu tidur memiliki tingkat energi dan hasrat s3ksu4l yang rendah sehingga berakibat buruk pada kehidupan s3ksual seseorang baik pada pria maupun wanita. Pria yang mengalami gangguan tidur memiliki kadar hormon testosteron yang lebih rendah. Hormon testosteron itu sendiri adalah hormon yang memicu hasrat s3ksu4l pada pria.

 10.MENYEBABKAN KECELAKAAN

Kita sering mendengar berita kecelakaan yang terjadi akibat supir yang mengantuk. Ya, kurang tidur di malam hari dapat menurunkan konsentrasi seseorang dan membuatnya mengantuk di siang hari. Hal ini dapat berakibat fatal jika seseorang tersebut mengendarai kendaraan di jalanan.

The American Academy of Sleep Medicine (AASM) melaporkan bahwa satu dari lima kecelakaan motor yang serius terjadi akibat pengendara yang mengantuk. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Occupational and Environmental Medicine juga menyebutkan bahwa efek kurang tidur pada seseorang sebanding dengan efek yang ditimbulkan oleh konsumsi alkohol dan menyebabkan kurangnya fokus seseorang terutama saat berkendara. Jika anda mengantuk saat mengemudi sebaiknya berhentilah dan tidur sejenak selama 15 hingga 20 menit untuk mengurangi rasa mengantuk.

Sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Technion-Israel Institute of Technology menemukan bahwa pria yang mengalami gangguan tidur menghasilkan kadar testosteron yang lebih rendah di malam hari.